Jamaah umroh merencanakan agenda perjalanan wisata city tour dan ziarah di Jeddah Arab Saudi

7 Tempat Wisata di Jeddah untuk Mengisi Waktu Sebelum atau Sesudah Umroh

Ringkasan Eksekutif: Jeddah kerap menjadi pintu gerbang utama (port of entry) bagi jamaah umroh Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA). Sering kali terdapat jeda waktu luang antara jadwal check-in hotel di Makkah atau sebelum jadwal penerbangan kepulangan ke tanah air. Memanfaatkan waktu transit tersebut untuk city tour di Jeddah menyajikan pengalaman spiritual, historis, dan belanja yang sangat berkesan. Panduan kurasi ini mengulas 7 destinasi wisata unggulan di Jeddah setelah umroh, merinci daya tarik arsitektur, lokasi strategis, estimasi waktu kunjungan, serta tips berbelanja oleh-oleh khas Timur Tengah.

Bagi sebagian besar jamaah umroh asal Indonesia, kota Jeddah mungkin hanya dikenal sebagai kota transit tempat mendaratnya pesawat terbang atau lokasi mengambil miqat di Bandara King Abdulaziz. Padahal, kota metropolitan pesisir Laut Merah ini memiliki julukan Arous Al-Bahr Al-Ahmar (Pengantin Laut Merah) dan menyimpan perpaduan memikat antara warisan cagar budaya dunia UNESCO, kemegahan arsitektur Islam modern, serta pusat perniagaan kosmopolitan yang ramah bagi wisatawan muslim.

Biro perjalanan umroh (travel agent) umumnya mengalokasikan waktu sekitar 4 hingga 8 jam untuk agenda Jeddah City Tour menjelang jadwal penerbangan pulang ke Indonesia. Waktu luang ini menjadi momentum emas untuk melepas penat setelah rangkaian ibadah fisik di Makkah dan Madinah, sekaligus berburu buah tangan khas Arab Saudi dengan harga yang relatif lebih bersahabat dibandingkan kawasan pelataran Masjidil Haram. Berikut 7 tempat wisata di Jeddah yang paling direkomendasikan untuk mengisi waktu sebelum atau sesudah ibadah umroh Anda.

Kawasan Bersejarah Al-Balad

Al-Balad merupakan jantung peradaban kota tua Jeddah yang didirikan pada abad ke-7 masehi sebagai pintu gerbang jalur perdagangan maritim dan pelabuhan haji menuju Makkah. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO berkat keaslian tata ruang kota kuno yang tersusun dari batu karang Laut Merah serta kayu jati Burma.

Daya tarik visual paling ikonik di Al-Balad adalah fasad rumah-rumah menara tradisional bertingkat tinggi dengan balkon kayu ukir berongga yang disebut Rawashin (bentuk jamak dari Roshan). Roshan berfungsi mengalirkan hembusan angin laut yang sejuk ke dalam ruangan sekaligus menjaga privasi penghuni rumah dari pandangan luar. Jamaah dapat menyusuri gang-gang batu kuno, mengunjungi museum rumah saudagar Nassif House (Bait Nassif), serta mencicipi kopi khas Arab beraroma kapulaga di kedai-kedai tradisional yang syahdu.

Masjid Terapung Al-Rahmah di Tepi Laut Merah

Masjid Al-Rahmah, yang lebih populer di kalangan jamaah Indonesia dengan sebutan Masjid Terapung Jeddah (Floating Mosque), dibangun menjorok ke perairan Laut Merah di sepanjang kawasan Corniche Utara. Saat air laut pasang, fondasi tiang pancang masjid tertutup air sehingga bangunan tampak mengapung anggun di atas permukaan laut.

Paspor dan berkas izin perjalanan umroh untuk eksplorasi wisata budaya kota Jeddah
Kelengkapan dokumen perjalanan dan pengaturan jadwal transit yang rapi memungkinkan jamaah menikmati wisata sejarah kota Jeddah tanpa khawatir tertinggal pesawat.

Arsitektur masjid memadukan seni kaligrafi Islam klasik dan rancang bangun modern dengan kubah berwarna toska yang memikat serta kubah-kubah kecil di sekelilingnya. Interior masjid dilengkapi 52 kubah luar, jendela kaca patri mozaik yang membiaskan cahaya matahari, dan area pelataran luar berangin semilir. Berkunjung ke masjid ini pada waktu ashar menjelang maghrib menyajikan panorama matahari terbenam (sunset) di cakrawala Laut Merah yang menenteramkan jiwa.

Jeddah Corniche dan Air Mancur Raja Fahd

Kawasan pesisir pantai Jeddah Corniche membentang puluhan kilometer menyusuri garis pantai Laut Merah, menjadi ruang terbuka hijau dan rekreasi publik favorit warga lokal maupun wisatawan internasional. Kawasan ini ditata dengan trotoar pejalan kaki yang lapang, taman bermain keluarga, serta patung-patung seni rupa modern berskala besar karya seniman dunia seperti Joan Miró dan Henry Moore.

Di area Al-Hamra Corniche, jamaah dapat menyaksikan kemegahan Air Mancur Raja Fahd (King Fahd’s Fountain). Air mancur ini memegang rekor dunia Guinness World Records sebagai air mancur tertinggi di dunia, menyemburkan air laut asin hingga ketinggian 312 meter ke udara dengan kecepatan mencapai 375 km/jam. Pada malam hari, semburan air mancur diterangi oleh ratusan lampu sorot warna-warni yang spektakuler, menciptakan latar belakang foto kenang-kenangan yang sangat megah.

Pasar Tradisional Souq Bab Makkah

Bagi jamaah yang ingin merasakan atmosfer pasar tradisional Timur Tengah yang otentik dan berburu kurma serta rempah dengan harga grosir, Souq Bab Makkah di kawasan gerbang lama kota Jeddah adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Pasar terbuka ini dinamai sesuai nama salah satu gerbang kuno benteng Jeddah yang menghadap ke arah kiblat kota Makkah. Di pasar ini, jamaah dapat menemukan deretan toko penjual aneka kurma (Ajwa, Sukari, Medjool, Safawi), kacang fustuk (pistachio), kacang almond panggang, kismis Yaman, saffron asli, madu Hadhramaut, hingga jubah abaya dan gamis dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan toko ritel di pusat perbelanjaan modern. Banyak pedagang lokal di pasar ini yang fasih berbahasa Indonesia dan menerima pembayaran mata uang Rupiah.

Pusat Perbelanjaan Corniche Commercial Center (Pasar Balad)

Jika Souq Bab Makkah bernuansa pasar terbuka tradisional, Corniche Commercial Center (yang sering disebut jamaah Indonesia sebagai gedung Pasar Balad / Toko Ali Murah) menawarkan kenyamanan belanja berpendingin udara di gedung bertingkat modern di tepi Al-Balad.

Kompleks perbelanjaan ini menjadi surga belanja oleh-oleh favorit rombongan travel haji dan umroh Indonesia. Ratusan kios di dalamnya menjajakan aneka parfum khas Arab tanpa alkohol (attar), minyak wangi oud, sajadah tenun tebal, tasbih kayu gaharu, cincin perak batu akik Yaman, jam tangan adzan digital, hingga cenderamata miniatur Kakbah dan unta. Keberadaan staf toko yang mayoritas pekerja migran asal Indonesia atau penutur bahasa Indonesia membuat proses tawar-menawar berlangsung sangat akrab dan santai.

Masjid Qisas (Masjid Syekh Ibrahim Al-Juffali)

Masjid Syekh Ibrahim Al-Juffali, atau yang sangat dikenal oleh jamaah Indonesia dengan nama Masjid Qisas, terletak di kawasan Al-Balad dekat Danau Al-Arbaeen. Masjid ini berdiri di pelataran terbuka tempat eksekusi hukuman syariat Islam (hukum qisas) dahulunya kerap dilaksanakan usai salat Jumat.

Terlepas dari sejarah namanya yang mencuri perhatian, masjid ini merupakan mahakarya arsitektur rancangan arsitek terkemuka Abdel-Wahed El-Wakil yang berhasil memenangkan penghargaan arsitektur Aga Khan Award. Bangunan masjid menampilkan tata kubah bertingkat bata ekspos, menara bergaya Mamluk yang ramping, serta sirkulasi udara alami yang sejuk di ruang salat utama. Mengambil waktu salat sunnah tahiyyatul masjid di tempat ini memberikan perenungan mendalam mengenai keadilan dan syiar hukum Islam di tanah suci.

Museum Tayebat (Pusat Peradaban Internasional Al-Tayebat)

Bagi jamaah yang memiliki minat mendalam terhadap sejarah antropologi bangsa Arab, peradaban Islam, dan seni arsitektur Hijaz, Museum Al-Tayebat (Tayebat City Museum for International Civilization) di distrik Al-Faisaliyah menyajikan koleksi terlengkap di pesisir barat Arab Saudi.

Kompleks museum megah ini menyerupai istana benteng kuno dengan arsitektur tradisional Hijazi yang mempesona, memiliki 4 lantai dengan lebih dari 300 ruangan pameran. Koleksi museum mencakup manuskrip mushaf Al-Qur’an kuno berlapis emas, peta kartografi geografi Islam klasik, koleksi senjata pedang dan baju zirah prajurit khalifah, mata uang dirham perak era dinasti Umayyah dan Abbasiyah, hingga perabotan rumah tangga suku nomaden Badui tempo doeloe. Mengunjungi museum ini memberikan konteks historis yang utuh melengkapi napak tilas ibadah umroh Anda.

Tabel Panduan Singkat Destinasi Wisata di Jeddah Setelah Umroh

Berikut matriks ringkas 7 destinasi wisata di Jeddah guna memudahkan pimpinan rombongan (tour leader) maupun jamaah mandiri dalam menyusun jadwal perjalanan:

Destinasi Wisata Kategori Utama Lokasi / Wilayah Estimasi Durasi Daya Tarik Unggulan
Kawasan Al-Balad Cagar Budaya UNESCO Pusat Kota Tua Jeddah 1,5 – 2 Jam Fasad balkon kayu Rawashin, rumah tua Bait Nassif
Masjid Terapung Al-Rahmah Wisata Religi & Arsitektur Corniche Utara Laut Merah 45 – 60 Menit Fondasi di atas laut, panorama matahari terbenam
Jeddah Corniche & Air Mancur Taman Pesisir & Rekreasi Kawasan Pesisir Al-Hamra 1 Jam Air mancur tertinggi dunia King Fahd (312 meter)
Souq Bab Makkah Pasar Tradisional Rakyat Pintu Gerbang Al-Balad 1 – 1,5 Jam Grosir kurma, kacang fustuk, saffron harga miring
Corniche Commercial Center Mall Oleh-Oleh Modern Al-Balad Commercial Area 1,5 – 2 Jam Parfum oud, sajadah, abaya, penjual fasih bahasa RI
Masjid Qisas (Al-Juffali) Wisata Sejarah Hukum Islam Danau Al-Arbaeen, Balad 30 – 45 Menit Arsitektur bata Mamluk peraih Aga Khan Award
Museum Al-Tayebat Edukasi Budaya & Sejarah Distrik Al-Faisaliyah 1,5 – 2 Jam Mushaf Quran kuno emas, artefak peradaban Islam

Tips Nyaman City Tour di Jeddah Menjelang Kepulangan

Agar agenda wisata singkat di Jeddah berlangsung lancar tanpa mengorbankan jadwal penerbangan pulang ke tanah air, perhatikan panduan praktis berikut:

  • Perhitungkan Waktu Tempuh ke Bandara KAIA: Bandara Internasional King Abdulaziz memberlakukan pemeriksaan bagasi dan imigrasi yang sangat ketat bagi jamaah umroh. Pastikan Anda sudah tiba di terminal bandara minimal 4 hingga 5 jam sebelum jadwal lepas landas (take-off).
  • Perhatikan Aturan Bagasi Air Zamzam dan Belanjaan: Air zamzam resmi umumnya telah dikemas terpisah oleh maskapai penerbangan. Hindari memasukkan jeriken cairan tambahan ke dalam koper bagasi tercatat demi mencegah penolakan (reject) saat pemindaian x-ray bandara.
  • Sediakan Uang Pecahan Riyal Kecil: Saat berbelanja di Souq Bab Makkah atau membeli jajanan kaki lima khas Arab seperti roti Tamis dan jus delima segar, bawalah uang kertas pecahan 5, 10, dan 50 Riyal untuk memudahkan transaksi tunai.
  • Patuhi Norma Berpakaian: Meskipun Jeddah merupakan kota paling kosmopolitan di Arab Saudi, jamaah tetap diwajibkan mengenakan busana muslim yang sopan, rapi, dan menutup aurat selama mengunjungi area publik maupun situs bersejarah.

Menyusuri keindahan kota Jeddah di akhir perjalanan ibadah umroh menyempurnakan ziarah spiritual Anda, menghadirkan kenangan visual yang kaya akan peradaban Islam di tepian Laut Merah.

Leave A Comment